Kamis, 14 Januari 2010

Erwin Gutawa - Salute To Koes Bersaudara Plus

Siapa Erwin Gutawa? Erwin Gutawa (EG) adalah orang dibelakang layar. Sosoknya yang maya ternyata tidak lagi dapat bersembunyi, konsep pemikiran dan hasil karyanya begitu dominan dan sangat mencuri perhatian. Langkah-langkahnya spektakuler dan selalu menjadi pelopor. Dengan perjalanan karir berkesenian yang panjang sebagai musisi, komposer, arranger, orkestrator, conductor, dan produser album serta konser besar, telah mengantarkan Erwin Gutawa sebagai seorang yang memiliki pengalaman multi dimensi. Idealisme yang tinggi memberikan warna tersendiri bagi Erwin. Dengan gayanya yang unik dan khas, ia mampu mengemas sebuah lagu pop yang biasa menjadi karya yang berkelas melalui aransemen yang ia tulis. Chrisye, Krisdayanti, Sheila Madjid, Reza, Titi DJ, Ruth Sahanaya, January Christy, Sheila On 7, DEWA, SLANK, dan masih banyak lagi musisi yang pernah bersentuhan merasakan hangatnya berkolaborasi dengan Erwin Gutawa.
Sony Music Indonesia membaca dan mencermati hal ini. Kemampuan dan sosok EG dianggap sebagai asset yang sangat berharga dan perlu untuk diangkat dan didukung. Untuk itu Sony Music memberi wadah untuk menuangkan seluruh kreativitasnya melalui albumnya sendiri.
Erwin Gutawa - Salute To Koes Plus / Bersaudara Konsep album ini diawali oleh perasaan salut dan kekaguman EG pada Koes Plus dan Koes Bersaudara, sebuah grup band legendaris dengan masa pengabdian panjang dengan karya popular dan terbanyak dalam sejarah industri musik Indonesia. Tonny Koeswoyo (gitar), Yon Koeswoyo (vokal), Yok Koeswoyo (bass) dan kemudian ditambah Murry (drum) merupakan ikon yang tidak bisa begitu saja terlewatkan dalam sejarah perkembangan musik di Indonesia. Karya-karyanya sangat berpengaruh pada peta Industri musik di tanah air dan menjadi cikal bakal dari aliran –aliran musik yang ada saat ini.
Berbekal pada materi ini, terciptalah interpretasi EG terhadap musik Koes Plus – Bersaudara, yang kemudian diterjemahkan dalam format dan perspektif yang baru. Terdiri dari 19 track dengan berbagai jenis aliran musik, sinergi dari 17 penyanyi top, 177 musisi pendukung, serta 7 sound engineer. Sebuah kerjasama yang bukan hanya sekedar mengusung nama besar tetapi juga menempatkan dan mengeksplorasi karakter dari masing-masing penyanyi dan musisi yang terlibat, di dalam materi Koes Plus – Bersaudara. Album ini merupakan wujud apresiasi, persembahan dari generasi kini untuk Koes Plus – Bersaudara.
Begitu banyak materi indah yang ingin diungkapkan, karenanya, selain dipersembahkan kembali sebagai lagu yang utuh, disampaikan pula beberapa cuplikan dari melodi-melodi indah yang telah menyatu dengan sosoknya, seperti lagu Diana, Kolam Susu, Kisah Sedih Di Hari Minggu, Layang-Layang, juga seri Nusantara. Kesamaan tema maupun tempo, menimbulkan inspirasi EG untuk menyatukan 2 buah lagu menjadi satu lagu yang utuh, seperti Dunia dengan Mari-Mari dan Pagi Yang Indah dengan Telaga Sunyi. Rangkaian pot pourri karya-karya mereka juga dipersembahkan kembali didalam format orkestra yang indah dan elegan. Pemilihan lagu mempertimbangkan karakter penyanyi yang membawakan dan dianggap sebagai lagu-lagu yang abadi dan mampu menembus ruang dan waktu. Sebuah karya produksi dengan pemikiran yang dalam atas konsep dan kualitas musik, melahirkan suatu kemasan monumental yang sangat bernilai. Semoga album ini menjadi album persembahan sepanjang masa yang dapat dinikmati oleh semua generasi!
Track By Track 1. Overture: Koes Pot Pourri Terdiri dari lagu: Kembali Ke Jakarta, Rata-Rata, Mengapa, Nusantara, Hatiku Beku, Cintamu Tlah Berlalu, dan Kembali. Dipersembahkan dalam format orkestra dengan musisi orkestra dari “The Victorian Philharmonic Orchestra Australia.”
2. Bilakah Kau Pulang Lagu yang dirilis pada awal dekade ‘70-an ini memiliki kesamaan tipe dengan lagu (pop-rock) yang lahir di era 2000. Dibawakan oleh Audy yang dirasa tepat mewakili penyanyi generasi 2000. Dan teristimewa lagi, khusus di album ini Audy bermain bersama iringan sang ayah, Jopie Item.
3. Kisah Sedih Di Hari Minggu Lagu dari album Koes Plus Vol.2 adalah karya almarhum Tony Koeswoyo yang mewakili perasaan orang putus cinta. Aslinya dinyanyikan oleh penyanyi utamanya Yon Koeswoyo. Lagu yang paling popular dan banyak didaur ulang sehingga amat familiar bagi publik musik Indonesia. Bagian bait dari lagu ini dinyanyikan secara acapella oleh choir Impromptu (Anne, Benny, Harland, Lucy) dan penyanyi latar band pop (Ira, Uci, Gideon dan Gaby). Perpaduan apik ini menghasilkan atmosfer perpaduan klasik dan pop menghantarkan telinga menyusuri track berikutnya yang memiliki gaya epik dan grande tetapi tetap berkesan modern.
4. Manis & Sayang Lagu ini adalah lagu yang berada pada awal pembentukan Koes Plus setelah bubarnya Koes Bersaudara. “Manis & Sayang” dikemas dalam gaya epik yang ‘menggemuruh’ dan grande. Dibagian coda dimasukkan coda lagu “Derita”. Harmonisasi dan elemen pengisi di lagu ini adalah yang terlengkap, ditandai dengan hadirnya seluruh format yaitu; rhytm rock band, orkestra dan paduan suara. Suasana rock dibangun oleh 2 gitaris, Eet Syahrani (Edane) dan Edi Kemput serta vokal Andy /rif. Disisi lain suasana grande tercipta oleh paduan suara dan piano klasik dari Aminoto Kosin. Lagu ini menjadi single pertama dari album “Erwin Gutawa Salute To Koes Bersaudara Plus”.
5. Jemu “Jemu” adalah lagu paling popular dari seri album Hard Beat Koes Plus. Lagu ini bercerita tentang ungkapan kejenuhan terhadap rutinitas hidup. Lagu yang berenergi ini di produksi ulang dalam warna techno-funk yang dinamis, disuarakan oleh Armand Maulana.
6. Andaikan Kau Datang Lagu ini amat dikenal oleh penggemar setia Koes Plus. Yang menarik di album ini, lagu ini meminjam cuplikan reff lagu Koes Plus lain yang sejenis, “Tangis Di Hatiku” sebagai interlude dan coda, sehingga lebih menguatkan suasana liris. Dibawakan dengan teknik vokal matang dari Ruth Sahanaya yang teruji di festival, dieksplorasi dengan akuistik piano dari Andi Rianto dan orkestrasi dari The Australian Concert Orchestra.
7. Jangan Berulang Lagi Lagu ini tak selazim lagu-lagu Koes Plus umumnya, terkesan ‘mendahului’ selera publik masa itu, selain lebih melodius, pada awal hadirnya, lagu yang diambil dari album Koes Plus Vol. 4 hadir dengan komposisi 3 pattern (bait-bridge-reff) mendobrak kebiasaan lagu-lagu pada era ‘70-an yang hadir hanya dengan 2 pattern (bait-reff). Kali ini lagu itu dihadirkan dengan memadukan 3 kekuatan band papan atas Indonesia yaitu Sheila On 7 (Eross-gitar), BIP (Jaka-drum) dan ADA band (Dika-bass). Dibawakan oleh vokal Fadli Padi menciptakan suatu kolaborasi musikal dalam balutan pop-rock.
8. Kolam Susu Lahirnya ide lagu ini, saat Yok sedang memancing di Kepulauan Seribu, beberapa pengamat musik menyebut lagu “Kolam Susu” sebagai sebuah lagu dengan lirik istimewa. Pada album ini dipersembahkan dalam format solo bass oleh Indro.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

exclusivemails.net

TIPI ON-LINE